Gigsplay Music Blog

Gigsplay Music

Website :
www.gigsplay.com

Email :
gigsplay@gmail.com

Ym :
gigsplaydotcom@yahoo.com

Brainless Orde(r): Launching Debut Album The Samsul Hadi

Brainless Orde(r) Launching Debut Album The Samsul Hadi 29 Februari 2012 di Teras Javana Jalan Abubakar Ali 26 Yogyakarta Mulai pukul 17:00 - 22:00 Menampilkan: Belkastrelka Triping Junkie Scootled Nol Kilometer Nevermind Juga menampilkan: Yenu Belkastrelka Odi Triping Junkie Apoy Bacout Area Gratis Pertunjukan Musik dan Visualisasi Artistik yang Akan Sedikit Mengusik Otak Anda

Sadabamboo Soulsensation: Kolaborasi Memukau Musik Modern & Tradisional

Bandung diselimuti hujan beberapa hari kebelakang. Rabu (22/2) pun tak luput dari guyuran hujan, hanya beberapa daerah yang selamat tak disinggahi oleh hujan. The Venue Concert Hall Eldorado di kawasan Setiabudhi selamat dari hujan. Tampaknya memang cuaca mendukung acara yang diadakan di kawasan tersebut.

Sadabamboo Soulsensation adalah gelaran musik yang dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Seni Musik. Pagelaran ini mengkolaborasikan musik tradisional yang terbuat dari bambu dengan musik jazz. Tak tanggung-tanggung musisi  yang diundang seperti Glenn Fredly, Rieka Ruslan, Idang Rasjidi, dan masih banyak lagi.

Read More

Wadezig Rilis ‘Wood x Concrete’

Wadezig, salah satu brand clothing terkemuka di Kota Bandung baru-baru ini merilis sebuah concept store terbaru bertempat di Sultan Agung 7 Bandung,  yang diberi tema Wadezig ‘Wood x Concrete’.

Menurut Fitrah, promotion manager Wadezig, ‘Wood x Concrete’ merupakan penggabungan antara konstruksi Kayu & Beton sebagai material utama dari toko ini. Wood (kayu) melambangkan pertumbuhan & kreatifitas. Dalam filosofi cina, kayu melambangkan sifat toleran, bekerja keras, dan mudah bergaul dengan segala lapisan. Sedangkan Concrete (Beton) memiliki karakteristik kuat akan tekanan.

“Filosofi dari kedua material ini yang kemudian kami angkat mejadi tema terbaru kita di tahun 2012. Kami ingin di tahunnya yang ke-9, Wadezig! tetap memiliki karakter brand yang kuat, tahan terhadap segala tekanan, namun ia dapat masuk ke segala lapisan masyarakat” Tutur Fitrah.

Dengan tema ‘Wood x Concrete’, Wadezig! menginginkan agar para pelanggannya memiliki pengalaman berbelanja yang lebih menarik dari sebelumnya. Dengan fokus utama memenuhi kebutuhan gaya hidup modern mulai dari produk fashion, t-shirt, denim, bags, shoes, accessories, hingga art supply seperti spray paint untuk tetap menjaga konsistensi Wadezig! di bidang street art. 

The Pains Of Being Pure At Heart Ramaikan Launching Chambers di Jakarta

CHAMBERS, sebuah holding company yang menaungi street/culture/lifestyle local brand bernama CHAMBERS SHOP yang telah berdiri hampir 10 tahun di Makassar, kini akan meluncurkan online shop chmbrs.com dan menyusul unit toko baru di Jakarta. Berhubungan dengan peluncuran tersebut, CHAMBERS menggandeng REVISION LIVE selaku promotor ternama di Jakarta untuk menggelar pelucuran online shop tersebut pada 2 Maret 2012 di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta.

Tidak tanggung-tanggung, sebuah band indie pop dari New York, THE PAINS OF BEING PURE AT HEART didatangkan.

THE PAINS OF BEING PURE AT HEAR dengan Kip Berman (gitar, vocal), Alex Naidus (bass), Kurt Feldman (drums), Peggy Wang (keys, vocal), dan Christoph Hocheim (gitar), mencuri perhatian dengan debut album (self-titled) mereka yang luar biasa, yang dirilis pada tahun 2009.

Mereka menawarkan sesuatu yang berbeda, menarik dan spesial, seperti membangun semangat musik 90an, hingga menciptakan EP dengan beberapa single dan membuat mereka bisa tur panjang dan dikenal luas.

Tahun 2011, terobosan mereka berlanjut dengan mengeluarkan album “Belong”, album yang ikut diproduseri oleh Flood dan Alan Moulder (yang dikenal pernah ikut meproduseri The Smiths, NIN, The Smasing Pumpkins, The Jesus and Mary Chain, My Bloody Valentine, Depeche Mode and Ride) diklaim beberapa media internasional sebagai salah satu album terbaik, termasuk beberapa single yang juga di masukkan sebagai single terbaik di tahun yang sama.

Mereka terus berkomitmen, memperlihatkan kemajuan dan menikmati karya mereka yang menurut mereka sangat istimewa, apalagi karena bisa bekerjasama dengan 2 produser ternama yang yakin dengan potensi mereka. Sebuah jaminan kualitas tentunya.

Tidak salah mereka disukai hingga ditunggu kehadirannya di Indonesia. Meningat Indonesia memiliki komunitas indie-pop yang hebat, mereka benar-benar ingin datang ke Indonesia, setidaknya begitulah yang pernah disebutkan Kip Berman pada salah satu media di Jakarta. Dan kami CHAMBERS dan REVISION LIVE selaku promotor, senang dan bangga bisa mendatangkan mereka ke Jakarta, apalagi hingga berita ini diturunkan, THE PAINS OF BEING PURE AT HEART tercatat sebagai salah satu headliner LANEWAY FESTIVAL 2012, sebuah festival musik tahunan terbesar di Australia dan Singapura.

Tidak cuma THE PAINS OF BEING PURE AT HEART, 2 band lain, WHITE SHOES AND THE COUPLES COMPANY dan POLYESTER EMBASSY didaulat jadi pembuka.

Untuk tiket dijual dengan presale Rp. 285.000 dan normal Rp. 350.000. Informasi lengkap silahkan kunjungi www.revision.co.id, twitter: @revisionlive @chmbrs dan facebook page: revision live dan chmbrs atau hubungi 087840668876.

Atticus Concept Store Hadir di Bandung

Bandung! Bersiaplah untuk mengkolaborasikan musik dan fashion dengan produk premium dari Atticus, karena per 20 Januari 2012 Atticus Concept Store sudah hadir di Kota Bandung. Image Kota Bandung sebagai barometer musik dan fashion tanah air hingga kini belum mampu terbantahkan. Hal itu pulalah yang menjadi salah satu alasan Atticus berani membuka toko kedua di Indonesia setelah Bali. Music and fashion are always connected, that’s why we here.

Read More

M. Taufiq Rahman: Jurnalisme Musik Tidak Sedangkal Dunia Hiburan

                                            

Tulisan tentang musik selama ini hanya menjadi sebuah hiburan penghias halaman-halaman majalah atau surat kabar di Indonesia. Tidak seperti berita-berita di desk lain, tulisan seputar musik seringkali dianggap bukan sebagai bagian karya jurnalistik yang sastrawi. Padahal di negeri Paman Sam era 90-an, salah satu tulisan tentang musik pernah menjadi salah satu alat protes pada Pemerintah Amerika mengenai keadaan sosial politik saat itu.

Apakah jurnalisme musik di Indonesia masa sekarang hanya sebagai penghangat rubrik hiburan pada koran-koran pagi? Apakah jurnalisme musik tidak memiliki fungsi kontrol sosial seperti yang terjadi di Amerika pada masa dulu?

Read More

Interview Ricky Surya Virgana: Metode Mendidik Musik dengan We Love ABC

                               

Tidak banyak nama dari generasi belia kita dalam bidang musik yang mendapat perhatian yang sepadan dengan apa yang telah mereka capai. Sisilia Cellist Virgana mungkin adalah satu nama yang patut mendapat perhatian kita. Sesuai dengan harapan yang tersemat dalam namanya, Sishi, begitu ia biasa disapa, saat ini sudah dapat dikatakan mahir sebagai pemain cello di usianya yang baru menginjak delapan tahun. Selain cello, Sishi juga lihai bermain piano dan bernyanyi. Lahir dari dua orang tua yang mengabdikan hidup untuk musik, maka semua ini adalah suatu wajar. Terlebih jika mengetahui Ricky Surya Virgana dan Aprimela Parwidyanti, bassist dan kibordis White Shoes & the Couples Company adalah nama dari kedua orang tua tersebut. Sebuah jaminan akan sebuah rumah tangga yang berselera musik tinggi dan berkualitas.

Read More